Kefasihan, pada nada tertinggi, menyisakan sedikit ruang untuk alasan atau refleksi, tetapi ditujukan sepenuhnya pada keinginan dan kasih sayang, memikat pendengar yang mau, dan menundukkan pemahaman mereka. Asli: Eloquence, at its highest pitch, leaves little room for reason or reflection, but addresses itself entirely to the desires and affections, captivating the willing hearers, and subduing their understanding.