“
Jangan sedih penyairku, aku yang meminta padamu mahar pernikahanku adalah puisi. Lapangkan hatimu. Bangun kembali seperti pohon puisi tumbuh, berbunga, dan berbuah. Aku menunggumu menyelesaikan ibadahmu; syahadat puisi dan ijab kabul puisi. Mahar Puisi