“
Imajinasi kita direntangkan sepenuhnya, bukan, seperti dalam fiksi, untuk membayangkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada, tetapi hanya untuk memahami hal-hal yang ada di sana. Asli: Our imagination is stretched to the utmost, not, as in fiction, to imagine things which are not really there, but just to comprehend those things which are there.