“
Di awal kehidupan, saya harus memilih antara kesombongan yang jujur dan kerendahan hati yang munafik. Saya memilih kesombongan yang jujur dan tidak melihat kesempatan untuk berubah. Asli: Early in life, I had to choose between honest arrogance and hypocritical humility. I chose honest arrogance and have seen no occasions to change.