“
Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam - tak ada kuping sudi suaranya.
Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam - tak ada kuping sudi suaranya.
Pramoedya Ananta Toer, also nicknamed Pram, was an Indonesian novelist and writer. His works span the colonial period under Dutch rule, Indonesia's struggle for independence, its occupation by Japan d...
Dapatkan inspirasi serupa setiap pagi di email Anda.