“
Berbicara bahasa Inggris itu seperti memutar lidah bagi saya. Saya dapat mengucapkan setiap kata dengan sempurna, tetapi kemudian Anda harus merangkai mereka seperti, ‘Blah, bla, bla.’ Saat itulah saya menjadi gila. Asli: Speaking English is like tongue-twist for me. I can speak each word perfect, but then you have to string them together like, ‘Blah, blah, blah.’ That’s when I get crazy.