“
Arman Ginanjar menutup jendela kamar dan mulai mengasapinya lagi dengan rokok. Lima rokok kretek kembali menemani hari-hari suram lelaki tiga puluh lima tahun yang kini mengais rezeki di sebuah bank milik pemerintah. Arman Ginanjar memimpikan masa bahagia bersama istri dan anak-anak namun gejolak politik Indonesia membuatnya urung untuk membangun sebuah keluarga. Rokok kretek dan kopi menjadi satu-satunya teman di kala ia tertekan. Beautiful Rendezvous