“
Agama Mosaik adalah agama Bapa; Kekristenan menjadi agama Putra. Tuhan yang lama, Bapa, menempati tempat kedua; Kristus, Putra, berdiri menggantikan-Nya, sama seperti di masa-masa kelam yang ingin dilakukan setiap putra. Asli: The Mosaic religion had been a Father religion; Christianity became a Son religion. The old God, the Father, took second place; Christ, the Son, stood in His stead, just as in those dark times every son had longed to do.